Category Archives: Vario 125 ISS

Buku Service Motor Honda / ganti model

Iseng buka eFBe terus lihat postingannya Mbak Snoopy ehhhh Mbak Novie maksudnya. Ada beberapa gambar foto buku, setelah Wakjoo baca-baca ternyata itu buku service baru punya Honda. :-)
Monggo disimak perbedaannya gan…

image

image

image

image
image

Kata Mbak Novie begini :
Intinya dari luar buku service berbeda.
Tdak ada nomer seri buku,untuk buku baru.
Lembar perawatan berwarna putih .
Buku lama perawatan 1.2.3.4 dibedakan warnanya.
Lembar claim sama.
Lembar monitoring perawatan untuk buku baru diperingkas 1halaman untk 5x buku lama dibuat perlembar.

Yah begitulah info yang Wakjoo kutip dari mbak Novie…. #makasih mbak

Indikator Suhu Vario 125 Nyala

image

40.000km lebih sudah tercatat dalam speedometer si VaISS selama 15bulan kami bersama menjalani cm demi cm jalanan , panas – dingin , hujan dan debu juga terlewati bersama. Hingga malam ini ketika ba’da magrib Wakjoo pergi menjalankan tugas berbelanja ada kejadian aneh. Sebenarnya ini sudah terprediksi dari kemarin malam , cuma kok baru malam ini kejadian. Indikator suhu menyala “Merah” yang artinya datang bulan ehhh salah maksudnya suhu mesin terlampau panas :-D
image

Awal mula ketika hari minggu Wakjoo main ke rumah Eko Moker , iseng-iseng Wakjoo kuras radiator. Bongkar pasangnya cukup mudah, namun berhubung waktu masang sudah terlalu gelap (waktu magrib-magrib) Wakjoo asal pasang aja :-). Benar saja ketika perjalanan pulang Wakjoo ditegur pengguna jalan lain dilampu merah, pengendara itu menunjukan bahwa radiator si VaISS bocor :-( .
image

Panas knalpot + air radiator membuat kepulan uap air bagaikan asap kebakaran. Tanpa berfikir lama Wakjoo langsung membelokkan VaISS ke Pos Jaga Polantas di perempatan by pass Mojokerto , seketika polisi yang berjaga dengan cepat menghampiri wakjoo lantas menanyakan apa yang terjadi. Wakjoo pun cengengesan lalu bilang “radiatornya bocor pak” , ya disitu langsung deh Wakjoo ditungguin sama bapak-bapak polisi :-D (disangka teroris paling). Tutup radiator pun Wakjoo buka , lalu dipasang kembali. Disini Wakjoo berfikir mungkin karena tutup radiator yang kurang pas membuat air bocor kemana-mana. Setelah menutup Wakjoo kembali melanjutkan perjalanan pulang.
image

Seharian tak dipakai , lalu Senin sore Wakjoo keluar buat belanja. Lhaaaa pas pulang belanja ini tiba-tiba lampu indikator suhu yang berwarna merah di Speedometer menyala.

Meskipun ada rasa panik tapi Wakjoo sikapi dengan sok tegar :-D
image
image

Sampai dirumah Wakjoo coba cek apa yang menjadi penyebab , yang ternyata penyebabnya begitu sederhana. Klem selang radiator lupa Wakjoo kancingkan kembali :-P ahajhaaa. Untung saja tidak pas lagi ngukur jalan :-D . Dengan modal tang , semua teratasi karena ketika suhu mesin tinggi maka selang akan jadi lunak serta tekanan air radiatorpun tinggi. Semoga pengalaman ini tidak terulang pada dulur-dulur. Aminnnn

Vario 125 diperkosa dan Ridernya Tidak Terima

image

Seperti judulnya , ini sebuah kisah dimana seekor Vario 125 milik salah satu rekan Wakjoo yang dipakai untuk kendaraan Niaga berdomisili di Kabupaten Malang. Sang owner merasa tidak terima karena Vario 125nya dirasa terlalu irit :-D. Simak aja pengakuan sang owner yang sudah menggunakan Vario untuk mengangkut jamur. Muatannya pun cukup banyak.
image

image

Ini percakapan yang ada :-)
image

Udah dipakai keliling kerja dan ke Malang hanya berkurang satu strip , itulah pengankuannya :-D. Mungkin itu hal yang biasa diungkapkan oleh owner yang baru menunggani matic keluaran honda berkubikasi 125cc ini. Tenaga dapat, irit pun mengikuti. :-)

Dalam percakapan diatas ada seorang rekan yang menanyakan bagaimana jika Vario itu 150cc dan sang empu menjawabnya dengan singkat “ya sisa 25cc lahhhh” :-D bener juga kan wkwkwkwk

Ketika Wakjoo berkomentar kalau Vario 125 itu tidak enak dan jelek, malah sang empu tidak pengen beli lagi :-D

Modifikasi Skok Vario 125 Tambah Peninggi Skok

Beberapa hari yang lalu ketika lagi kopdar di Sendi , ada temen bikers dari FR2 Surabaya lewat. Singkat cerita ketika mereka lewat , Wakjoo panggil untuk diajak ngopi bareng dan kebetulan mereka mau. Ada 3 motor yang mereka kendarai 1 MPro, 1 old Vixion dan 1 ekor Vario.

image

Sebut saja sang pemilik Vario 125 biru itu Mr_Y , saat bertemu Wakjoo langsung naksir sama Vario birunya. Sekilas dilihat Vario milik Mr_Y jauh lebih gagah dibandingkan milik Wakjoo :-( . Dilihat dari ukuran Ban , dimensi body semuanya terlihat sama kecuali posisi buntut yang lebih tinggi. Akhirnya Wakjoo pun mendekati untuk meneliti perbedaan itu, yang ternyata berasal dari peninggi skok belakang. Dari percakapan ringan akhirnya Wakjoo mengetahui kalau milik Mr_Y ditambahi besi peninggi 7cm. Lanjut Wakjoo kembali mengamatinya ketika riding dari Sendi menuju pacet, sengaja Wakjoo mengambil posisi riding dibelakangnya untuk mengamati handlingnya dan ternyata tetap stabil.
Setelah bertanya-tanya ke online shop untuk peninggi skok itu harga yang ditawarkan pun beragam , mulai dari 90-120rb. Akhirnya Wakjoo berinisiatif untuk membuatnya sendiri, tentunya dengan bantuan orang yang expert dibidangnya :-D alias ahli nge-LAS hehehee. Awalmula Wakjoo ingin membuat yang ukuran 7cm namun karena dirasa terlalu tinggi maka Wakjoo membuat yang ukuran 5cm, dengan ukuran 5cm itu sudah membuat Si VaISS nungging apalagi jika pakai yang 7cm :-D. Berikut penampakannya :-)

image
Batangan besi itu terdiri dari besi padat yang dilas ke besi U berukuran tebal dan dijamin kekuatannya.
image

Bagian yang Wakjoo lingkari itu ada lubangya sehingga dapat mengunci pas ditonjolan skok.

image
Terlihat lebih jangkung dan terlihat lebih galak (walaupun tetep kesan imutnya g bisa ilang) :-P

Kalau ada yang bilang berpengaruh pada handling saat cornering mungkin itu benar, namun Wakjoo tidak merasakan itu bahkan sudah membuktikannya sendiri di jalur Pacet – Batu via Cangar. Disini mungkin faktor kebiasaan yang membedakan. Rasa gagah dijalan pun seketika timbul saat mengendarai VaISS dijalanan.
image

Sekaligus promo , bagi temen-temen yang mau beli peninggi skok. Wakjoo kebetulan kemarin produksi masih ada beberapa sisa , untuk harga Wakjoo kasih 70rb aja. Jauh lebih murah dibandingkan beli di online shop :-).

085269934454 (what’s app)
Pin BB by request

Pengalaman Test Ride Yamaha R15 di Pacet

Bangun pagi yang kesiangan, niat pulang ke Mojokerto pagi hari tapi malah jam 12 siang baru start dari Malang :-) . Mandi lalu prepare buat balik ehhh kok pas di Batu kena macet, bermacet-macet ria pun dilalui. Sampai dicangar Wakjoo bertemu dua motor yaitu CS1 dan R15. Keduanya menggunakan slayer dan menggunankan lampu hazard. Tak ambil pusing lalu wakjoo ikuti saja dari Cangar sampai Sendi. Diperjalanan itu CS1 berada didepan , R15 lalu Wakjoo , sang rider R15 itupun seperti mngetahui kalau Wakjoo ngikuti jadi sang rider R15 selalu memberi aba-aba keadaan jalan. Bagaikan rombongan peturing , semua pengguna jalan pun tercuri perhatiannya :-D (jadi seneng).

Sampai di Sendi, kejadian tidak menyenangkanpun terjadi. Rantai CS1 lepas / loss karena terlalu kendur. Alhasil Wakjoo pun ikut berhenti dan reflek turun ikut membantu, sekaligus berkenalan dan menanyakan tujuan perjalanan mereka yang ternyata mau ke Surabaya. Setelah trouble teratasi lanjut perjalanan menurun. Diakhir turunan tajam dari arah sendi tepatnya ditikungan yang ada peternakan ayam yang biasa lewat pasti paham tempatnya. Disini CS1 kembali trouble dengan masalah baru (rem cakram belakang blong) inilah trouble yang menghantui jika memaksakan menggunakan rem tanpa diikuti engine break. (lihat foto)
image

Setelah menunggu +/-10 menit dan rem berfungsi kembali. Sambil bercerita ternyata 2 rider ini baru pertama kali menuruni jalan ini, mereka sering lewat tapi hanya kearah atas dan pulangnya lewat pandaan – gempol – sidoarjo. Lalu Wakjoo bercerita kalau jalur ini menjadi rute biasa kalau mau kemalang, seketika itu mereka menyuruh Wakjoo didepan katanya sih yang paling ngerti jalan :-D. Jadi RC dadakan deh akhirnya. Perjalanan pun dilanjutkan soalnya Mas yang naik CS1 kebagian sift kerja malam.

Sampai di desa setelah pacet Wakjoo berhenti di tukang tambalban, terus nyuruh yang punya CS1 buat ngencangkan rantainya.
image

Ngobrol-ngobrol akhirnya Wakjoo iseng tanya Mas yang punya R15, gimana rasanya naik R15 lhaa kok malah disuruh nyoba :-D. Tambah seneng Wakjoo , ambil helm terus naik. Disini mulai muncul kesan nggak enaknya, musti kudu bener-bener ngangkan supaya bisa duduk. Ternyata tempat duduk yang belakang itu tinggi beudtzz :-( setelah mencoba ngangkang 3x baru bisa lolos menaikinya :-D. Tangan ke stang lalu merasakan meremas kopling dan tuas cakram #ihhh nunduk / bungkuk mas bro :-D . Setelah itu nyoba akselerasinya , ternyata dengan riding position yang sedikit membungkuk membuat rasa berakselerasi lebih enak. Berhubung bukan anak racing jadi test ride hanya sekedar ngebut :-D. Lumayan enak kok naik R15 , tapi ngga mau deh ngerasain gimana kalau kudu macet-macet naik motor ini. Setelah selesai Wakjoo minta tolong yang punya R15 buat fotoin :-)
image

image

Setelah dari situ Wakjoo ajak mampir kerumah buat istrahat bentar. Setelah jam 5 sore mereka pamit pulang.
Ow iya hampir lupa mereka dari komunitas INSOM’s , yaitu komunitas yang basic nya sosial. Biasa kumpul malam minggu di CITO atau di tugu bambu runcing. Kebetulan yang Wakjoo temui ini ketua sama wakilnya :-D

Pantai Gua Cina sisi Barat

Kabupaten Malang memiliki banyak sekali kawasan wisata,mulai dari objek wisata alamnya ( air terjun, pantai dan gunung ) sampai wisata buatan ( jatimpark, BNS dll). Kali ini wakjoo akan bercerita sedikit tentang pantai gua cina. Pantai yang terletak disisi selatan kabupaten Malang ini dapat ditempuh dalam 2jam perjalanan dengan menggunakan sepedah motor. Selain itu pantai ini memiliki sebuah keunikan sendiri, dimana ada beberapa pulau kecil dan satu yang paling dekat dengan pantai memiliki gua ditegah pulaunya.
image

Pantainya pun terbagi dua , dimana bagian Timur memiliki batuan yang rata dan dibagian Barat memiliki pantai berpasir yang bersih dengan arus yang lebih tenang. Meskipun demikian pantai ini memiliki larangan untuk digunakan sebagai tempat berenang karena ombak dan banyaknya bebatuan.
image

image

image

image

image

Lampu Proji untuk Vario 125

Memakai proji di motor mungkin menjadi salah satu keinginan dulur-dulur dalam memodifikasi motor, begitu pula wakjoo :-) . Alhamdulilah beberapa hari yang lalu bisa mengaplikasikan proji OEM milik Toyota Fortuner ke headlamp si VaISS.
Awalnya punya niat pengen pasang proji sendiri, namun setelah difikirkan ulang selama beberapa detik maka keputusan itu wakjoo batalkan (angel dulurrrr). Butuh ketelatenan dan kesabaran karena proji mobil itu untuk mobil bukan untuk motor :-D . Karena modifikasi itu seni dan wakjoo tidak punya bakat jadi kudu nemuin yang punya bakat. Tidak sulit menemui suhunya karena wakjoo sudah mengerti rumahnya :-) Hehheeee

Singkat cerita setelah bertemu wakjoo jadi tambah bingung ketika ditanya “mau pake shourd apa , AE , DE nya gimana , warnanya apa aja , pake LED apa HID ” hahhahaa benar-benar pusing dibuatnya :-D akhirnya pulang sambil mikir-mikir dan tak lama langsung diputuskan bikin yang model acimetris aja kaya punya suhunya. Proji disisi kanan dan 2 LED cree disisi kiri.

Langsung aja wakjoo kasih gambar-gambarnya , kalau di tulis panjang soalnya :-D
image

image

image
image

Kanan:
Projie oem toyota fortuner
Lampu HID 35w 4300K
Slim balast
Shroude AES
Ae-de

Kiri:
Led cree 2x 5W
Casing eveled dg lensa

DRL
Chipled korea 2x 1W

Siapa tau mau pesan di Wakjoo juga bisa :-)
BBm : 7E60958F

Tenaga Vario 125 Ku jadi Terlalu Lebay, tapi Top Speed jelek

Awal mula ketika hari Kamis siang Wakjoo berangkat ke Surabaya untuk menemui cem-ceman sekaligus cari takjil dan buka bersama. Ketika mau pulang tiba-tiba dapat tugas buat beli camera CCTV, ehhh pas udah sampe tokonya ternyata tutup :-(. Dijalan waktu perjalanan pulang bawaannya pikiran males dijalan rasanya pengen pasang Autopilot buat Vario :-D . Sampai lampu merah jalan bypass Krian yang dekat pabrik pokhpan Wakjoo ada dibarisan depan bersama 1motor batangan, 2 bebek dan 2WTF lainnya tiba-tiba mulai iseng pengen nyoba ngebut soalnya yang ada dibarisan depan itu motor-motor yang ngebut ketika Wakjoo ikuti dari belakang. Lampu hijau menyala eh semua ikut ngebut juga dan anehnya Si VaISS bisa lari duluan didepan setelah menyentuh angka 80kpj Wakjoo minggir dan mengurangi kecepatan lalu yang berada dibarisan depan lampu merah tadi mulai menyalip satu persatu. Sampai lampu merah per4an bypass krian lalulintas padat terpaksa kudu nerobos-nerobos sisi Mobil bus dan truck untuk sampai dibarisan depan. Eh ketika sampai depan lagi-lagi ketemu motor batangan yang tadi. Iseng jilid II pun Wakjoo laksanakan , dan benar untuk akselerasi dari 0-80kpj Wakjoo unggul. Sampai 80kpj Wakjoo tahan lalu sang batangan pun menyalip , setelah disalip Wakjoo ecoriding lagi :-) . Wakjoo sadar karena top speed si VaISS hanya 95- 100kpj (pol mentok njedok) jika Wakjoo yang mengendarai, dulu sempat nemu 110-112kpj waktu juragan diy4all yang mengendarai (Speed on Speedometer). Selasa radjoen baru pun diinstal ke VaISS olehnya. Makanya ada pikiran iseng ngebut :-D

image

Berkali-kali Wakjoo dengar tentang hal ini, tapi tetap tak membuat pikiran teracuni. Sampai tiba saat dimana juragan warung diy4all bercerita langsung dengan Wakjoo tentang reviewnya bersama part aneh itu ke Bondowoso PP dari Mojokerto lalu melibas trek pacet – cangar (jalur wajib si VaISS tiap bertugas) dengan eces bisa di lalui. Akhirnya setelah dirayu dapat juga part handmade ini :-D suwun Kang

image

Sederhana dan gak masuk akal memang jika part seperti ini bisa menambah tenaga motor, tapi faktanya seperti itu. Mungkin dulur-dulur baru akan percaya jika sudah menunggangi langsung si VaISS. Karena rasa memang gak bisa bohong. “Jambakan setan” mungkin sudah menjadi nama lain dari motor bermesin 2tak , namun untuk si VaISS Wakjoo menamainya jambakan manja :-D dengan belaian lembut diawal lalu tarikan manja membuat posisi tubuh sedikit berayun dan diakhiri rasa ngos-ngosan diakhir ketika mencari top speed…

#ditulis motor batangan biar ngga salah paham :-D

Gugurnya Garansi Mesin Honda Vario 125 (30.000km)

Gugurnya Garansi Mesin Honda Vario 125
image

Hal ini baik sadar maupun tidak sadar akan dialami oleh para pengguna Vario 125 seperti Wakjoo. Malam hari ketika riding tiba-tiba pandangan Wakjoo tertuju pada panel speedometer , tepatnya pada indikator odometer. Terpampanglah angka 32.302km yang itu berarti garansi mesin vario Wakjoo pun hilang.

Angka 30.000km / 3tahun sebagai jaminan kwalitas mesin Honda Vario 125 sudah Wakjoo lewati dalam kurun waktu 11bulan :-D . Hujan – dingin – panas – banjir pun juga sudah Wakjoo lalui. Mojokerto – Klaten (PP dalam sehari) , Malang – Bali (PP dalam 3hari) , Malang – Bangkalan (PP dalam sehari) , Mojokerto – Malang (PP seminggu 4-5x pun pernah) tanjakan turunan semuanya sudah terlalui tanpa kendala. Untuk kwalitas Vario Wakjoo sudah membuktikan , What about you ? #niru Agnes Monica feat Vj Daniel :-D

Kalau yang sudah bertemu langsung dengan Wakjoo mungkin akan tahu dan mengerti betapa kasihannya si VaISS (julukan Vario ne Wakjoo) jika Wakjoo riding bersamanya. Bagaimana tidak tersiksa si VaISS dengan BB Wakjoo yang diatas rata-rata :-D Wakjoo selalu mengajaknya mendaki gunung setiap berangkat ke Malang. Beban kelistrikan pun tak lagi ringan dengan adanya 2 lampu HID 35watt , klakson hella , serta ban 90/80-14 depan 100/80-14 belakang. Membuat si VaISS semakin terbebani, namun semuanya aman terlalui sampai saat ini.

image

Sparepart yang sudah Wakjoo ganti selama 30.000km ini antara lain :
1. Kampas rem Depan (+/- di 18.000km)
2. Kampas rem Belakang (+/- di 21.000km)
3. Van Belt (+/- 21.000km)
4. Roller (+/- 23.000km)
5. Isi air radiator (+/-12.000km)
6. Filter udara (+/- 12.000km 20.000km 26.000km)
Sejauh ini part-part itu lah yang sudah Wakjoo ganti, dengan asumsi semua itu normal mengingat tipe riding Wakjoo yang tidak karuan ini. Satu lagi catatan “Wakjoo belum pernah ganti busi” hal ini sekaligus menjawab apa yang menjadi pertanyaan di masyarakat jamak kalau Vario 125 itu katanya boros busi.

Sekedar info bahwa setelah 2013 April atau setelah munculnya Vario 125 yang tipe ISS semua produksi mengalami perubahan part pada busi. Dimana generasi awal menggunakan busi bertipe CPR7 kemudian berubah menjadi busi bertipe CPR9.

Itu sedikit review singkat Vario 125 yang Wakjoo miliki. Selama memakai Vario ini Wakjoo memberinya nilai 90 dari angka 1-100.

modifikasi Vario 125 putih.jpg

 

Review Vario 125 setelah ( 31 hari 3100km )

Box Shad SH45 di Vario 125

Holder GPS di Motor Vario 125

Review Vario 125 ISS 6 Bulan ( 20.000km )

Lampu HID di Motor Vario 125

Mengatasi Standart samping Vario yg miring

Saklar Lampu utama Vario 125

Knalpot Vario 125 ganti pakai Tiger Revo

Pelek Vario 125 penyok

Standart Samping Vario 125 tak Lagi Miring Modal 5.000 rupiah

image

Bagi pemilik Vario 125 masalah standart samping yang terlalu miring kadangkala membuat was-was ketika parkir seperti ingin ngguling saja , apalagi jika ukuran ban nya sudah di upgrade , alhasil miringnya akan lebih ekstream. Banyak yang menyarankan untuk mengganti standart samping dengan milik Beat karbu yang memiliki ukuran lebih panjang daripada milik Vario 125 dengan harga kisaran 25.000-35.000 ditoko spare part .

Disini wakjoo akan menshare apa yang Wakjoo lakukan dengan VaISS untuk mengatasi kemiringan ini. Dengan modal 5.000 rupiah (harga pangkon skok belakang dipasar loak) semua bisa teratasi.
Bahannya hanya 2 , yaitu : Pangkon skok motor bebek + baut 12 . Alatnya kunci ring / pas 12 dan Bor listrik.

image

Langkahnya tinggal lubangi standart samping dengan bor , lalu masukan baut dan masukkan pangkon skok. Maka selesailah :-D

image

Serasa pake high hills :-D
image

Tinggi rendahnya bisa disesuaikan dengan memotong pangkon skok yang biasanya berbahan alumunium itu.
Semoga tips ini bisa membantu… :-)