Memelihara Burung Trucukan ( belajar Garuda )

Image

Tengah malam ini wak joo terbangun gara-gara suara asing yang muncul di teras rumah. Memang burng peliharaan wak joo banyak , namun kicauan ini terasa masih asing buat wak joo. Setelah mengeluarkan kepala dari cendela ternya yang berkicau burung Trucukan yang wak joo pelihara 2 bulan ini dan tergolong jinak.ImageImage

Ini Vidionya Silakan di lihat

Berikut informasi tentang burung trucukan : yang wak joo kutip dari Smart Mastering
Burung Trucukan merupakan keluarga dekat burung Cucak Rawa. Pamornya makin menanjak seiring dengan ramainya lomba burung berkicau di Tanah Air. Memelihara dan merawat burung Trucukan sangatlah mudah dan bisa mendatangkan kesenangan. 

KARAKTER DASAR BURUNG TRUCUKAN

  • Non fighter. Burung Trucukan bukanlah burung petarung, daya tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah teritorialnya.

  • Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.

PEMILIHAN BAHAN BURUNG TRUCUKAN YANG BAIK

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Trucukan.

  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.

  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.

  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

  • Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.

  • Warna bulu tegas dan kering, diyakini memiliki irama lagu yang sangat panjang.   

Image

Image

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG TRUCUKAN

  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu 12%-18%), belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Trucukan. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.

  • Buah Segar, burung Trucukan sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung Vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.

Foto wak joo ambil dari Forum Burung Trucukan Ropel Indonesia ( komunitas penggemar burung trucukan yang isinya mengenai perawatan dll mengenai burung trucukan )

Iklan

18 responses to “Memelihara Burung Trucukan ( belajar Garuda )

  1. woh…lulut yo..
    punya’e thole dulu giras poooll, sampe akhirnya wafat gara-gara keabisan pakan ditinggal pergi 😦

  2. wahh,, trucukan nya bagus bnget tuh,,
    kunball ya om,

  3. aku baru dapat nangkap burung trucukan ni om… tapi masih bingung merk voer yang cocok untuk burung trucukan tersebut… ada saran gak om…
    masih pemula ni om…

    • Voer apa saja mau kok , trucukan tidak pilih-pilih makanan kaya burung lain kok.
      Untuk makanan cba rutin diberi jangkrik tiap pagi , 1 atau 2 ekor aja… Di jamin deh kalau trucukannya Om tipe ngeropel pasti bakal sering ngeropel dan cepet ngegaruda

  4. Met malam.. Maaf mau numpang tanya, burung trucukan saya suda ropel tapi kok >:/ G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ >:/ pernah liat gaya garuda. Dan sulit jinak. Bagai mana melatih gaya garuda dan menjinakan burung trucukan, trimakasih

    • Rutin dikasih jangkrik om
      Kalau mau jinak bisa diterapi lapar

    • kalau menjinakkan dari burung yang dipelihara dari dewasa memang susah beda dengan yg dari piyek….

      kalau pagi jam 7 atau ketika atahari mulai keluar burung dijemur… air minum diganti baru lalu setelah burung mandi atau setengah jam setelah dijemur itu burung diberi jangkrik 1-2 ekor dan dijemur sampai jam 9 lalu taruh ditempat biasa di cantolkan…
      insya allah setelah rutin seperti itu bakal lebih sering ropel..

      kalau untuk garuda sepertinya itu karena jinaknya 🙂 garuda awalnya ngeriwik-ngeriwik om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s