Category Archives: Suzuki

Mengamati pengaruh Riding Style terhadap speed, akselerasi dan konsumsi bbm

Banyak terjadi perdebatan ketika bicara konsumsi BBM, Topspeed serta akselerasi. Berbicara hal seperti ini selalu terbumbui oleh sebuah majas “hyperbola” dimana tiap individu yang bercerita selalu melebih-lebihkan apa yang diceritakan. “Gua seliter bisa 45km” “ane seliter dapet 48km” “inyong cuma oleh 40km seliter e” “Mbahku iso 50km gawe bensin seliter”. “Topspeedku 110kpj” “aku wingi 120kpj” “aku cuma dapet 100kpj”. Mungkin di antara kita ada yang pernah ada didalam sebuah percapakan seperti itu.

image

Baca lebih lanjut

Iklan

Top Speed Satria FU Injeksi 150

image

Satria FU Injeksi Moto GP edition

Seperti branding motor jalanan, kecil tapi jahat. Top speed mencapai 150kpj on speedo, mungkin kah Satria injeksi ini sosok Ayago tercepat ??? Ada Sonic dari Honda yang sama-sama menggunakan model ayago dan Yamaha dengan bebek supernya yang sama sama dengan kapasitas 150cc. Jika beberapa saat lalu diadu sang Satria FU ini head to head dengan mesin berkarburator, sedangkan lainnya dengan injeksi.
Mungkinkah dengan mesin baru ini Satria FU dapat menang ??

Vidio Top speed Satria FU Injeksi

Baca lebih lanjut

Hati-hati dengan penambal ban yang punya tenaga dalam

Judul memang sedikit ngeri ๐Ÿ˜€ , tapi murni hanya guyonan. Itu sindiran Wakjoo buat salah seorang TS di group ” SUZUKI SATRIA FU 150 LOVERS “. Buat para pembaca mungkin akan berfikiran sama dengan Wakjoo “masa iya cukit ban bisa bikin pelek penyok ?” Jelas tidak mungkin sampai begitu hasilnya.

image

Wakjoo rasa TS lupa kalau habis menghantam lubang jalanan. Intinya mengumpat seperti postingan diatas tidaklah pantas , toh sang TS pun tak menyadarinya. Andai itu benar marahpun wajar namun jika salah akan menjadi dosa. Ckckckck

Suzuki Mega Camp Mojokerto

2 November 2014 ini Suzuki memiliki hajad di Mojokerto, dengan tema Suzuki Megacamp. Mulai dari drag bike , bazaar , pameran , free style , bike wash , sexy dance dan live musik tentunya ๐Ÿ™‚ . Acara ini pun dihadiri beberapa club Suzuki.

image

image

image

image
image

Efek Cairan Anti Bocor Pada Pelek Itu Hoax

Akhir-akhir ini motor menggunakan ban tubles sudah jamak kita jumpai. Bahkan APTM pun sudah menjual beberapa tipe kendaraannya dengan ban tubles. Menggunakan ban tubles atau ban luar tanpa ban dalam memang memiliki beberapa keuntungan dibanding yang menggunakan ban dalam. Contoh sederhananya jika ban tubles tertusuk paku maka udara didalam ban tidak seketika habis, sangat berbeda dengan ban yang memakai ban dalam karena jika menggunakan ban dalam lalu terkena paku maka angin langsung habis keluar.

image

Mengganti ban luar dari biasa ke tubles memang membuat beberapa orang khawatir jika seumpama ban mereka bocor lalu tidak ada tambalban tubles dijalan. Namun peluang ini dijawab oleh beberapa produsen cairan tambalban instan , mengapa Wakjoo katakan demikian karena memang cairan ini sangat instan dimana ketika benda yang menusuk ban dicabut angin tidak akan habis keluar. Ini diakibatkan cairan yang ada didalam langsung menutup pori-pori ban yang berlubang (tentu tetap ada ambang batas ukuran benda yang tertancap di ban).

image

Ada beberapa TS di SosMed yang mengatakan bahwa cairan tersebut menyebabkan korosi pada pelek sepedah motor yang dapat menyebabkan cacat permanent pada pelek. Namun hal itu Wakjoo katakan tidak benar. Mengapa demikian , karena Wakjoo telah membuktikan faktanya. Pelek si VaISS tetap aman dan halus dibagian dalamnya tidak seperti issue yang beredar. Jujur Wakjoo tertolong dengan adanya cairan tersebut. Karena kita tidak tahu kapan paku atau benda asing menyelinap ke dalam ban.
image
Itu foto kondisi pelek Wakjoo yang 6bulan berisi cairan anti bocor. Kenapa kok 6bulan dibuka ? Jawabnya sederhana “karena bannya udah gundul” ๐Ÿ˜€ ahahahaa Agak gila memang karena Wakjoo pakai ban Corsa ukuran 110/80 untuk belakang dan hanya bertahan selama 6bulan. Padahal corsa tergolong ban yang memiliki kontur keras.
image

Wakjoo kira TS yang posting di SosMed itu tidak melihat kondisi peleknya sebelum menggunakan Tire Guard / Cairan anti bocor ini. Semoga info ini menjawab keraguan dulur-dulur…..

Bore Up Shogun 125 dengan Piston Thunder 125

Image

Shogun FL125 adalah salah satu kendaraan yang pernah menemani Wakjoo ketika awal masuk kuliah dan setia menemani selama 5 semester. Mesinnya sangatย  halus, padat dan kurang berisi. Hal ini semakin terasa karena Wakjoo ke Malang selalu lewat Cangar dari Mojokerto (penuh tanjakan). Setelah semester awal rajin nabung alhamdulilah di awal semester 2 ada sedikit tabungan buat up grade tenaga si FL125 ini. Awal masuk kebengkel sih niat hanya untuk porting polis tapi setelah konsltasi dengan mekaniknya malah disuruh ganti piston Thunder 125. “Hahhhhhh piston thunder ?!” Kalimat itu sepontan wakjoo ungkapkan ketika sang mekanik menawarkan piston Thunder. Setelah mendapat penjelasan dari mekanik bahwa tak perlu ubahan di sektor lain-lain maka wakjoo setujui saran mengganti piston itu

Ternyata Shogun merupakan salah satu favorit motor kencang, selain sudah dibekali klep cukup besar 25.22, langkah nya juga sudah relatif tinggi, di kisaran 55,mm. Modifikasi sederhana yang Wakjoo lakukan ini pun sudah umum dilakukan. Sengaja dibuat se sederhana mungkin supaya mudah ditiru, dan kalau di tiru berhasil, ilmu nya jadi bermanfaat buat yang lainnya.

Ubahannya simple tanpa bongkar crankcase, adalah membenamkan piston suzuki thunder 125, meski judulnya sama 125, tapi piston thunder ternyata 3,5 milimeter lebih besar dari standard shogun. Alhasil kapasitas mesin menggemuk 15cc, jadi 140cc, lumayanโ€ฆ
Diameter pin piston sama, namun yang perlu diperhatikan top piston thunder dan shogun berbeda. Cara mengeceknya gimana? Gandengkan saja kedua piston itu, pasti tinggi piston thunder melebihi standardnya. Supaya kompresi tetap rendah maka piston thunder harus dipangkas 1 milimeter rata.

Image

kiri standart , kanan thunder 125 ( blok sudah di kolter dan linier jadi tipis tapi tetap aman )

ย 

Selagi menunggu blok yang sedang di kolter maka proses porting polis pun berlangsung, mulai dari menghaluskan lubang manifol karburator, melebarkan lubang karburator, melebarkan lubang di silinder head sampai halus dan tak lupa juga untuk melakukan skur klep untuk menghindari kebocoran kompresi.

ImageImageImageImage

Setelah semua terpasang dan pertama kali Wakjoo merasakan kick starternya terasa lebih berat dari sebelumnya, ketika wakjoo bertanya ke mekanik ternyata itu adalah efek dari kompresi yang lebih tinggi. Semuanya benar dan rasanya motor wakjoo jadi WOW banget ๐Ÿ˜€ sangat jauh-jauh berbeda rasanya dengan kondisi standartnya. Total dana yang Wakjoo habiskan saat itu adalah Rp 500.000 ( sudah + jajan sambil nungguin bongkar pasang ). Harga segitu tidak terasa terlalu besar ketika wakjoo mendapat performa yang sebanding. Karen semuanya masih dalam kondisi standart (kecuali pistonnya itu ๐Ÿ˜€ ).

Sekian cerita wakjoo semoga menghibur , dan menjawab keluhan pemilik Shogun generasi FL125 yang performanya kurang greget ๐Ÿ™‚

ย 

Kalau mau sharing atau tanya-tanya bisa hubungi wakjoo di

085269934454 ( What’s app )

Arditajosy@yahoo.com

pin BB : 5445262E

FB : Wakjoo Vario